Ceplukan (Physalis minina atau Physalis angulata atau Physalis peruviana)

Ceplukan

Apakah anda mengenal jenis tanaman diatas? Ya, tanaman tersebut banyak kita jumpai di sekitar rumah kita yang berada di daerah pedesaan. Tanaman tersebut bisa tumbuh di halaman kita tanpa ada yang menanamnya. Tahu-tahu setelah musim penghujan tiba, tumbuhan tersebut tiba-tiba tumbuh begitu saja di halaman kita layaknya tanaman hama yang mengganggu keindahan taman halaman kita. Tetapi walaupun begitu jenis tanaman ini mengandung banyak khasiat dan kegunaan yang sering kita tidak tahu. Buah yang seperti dibungkus ini menyimpan banyak manfaat  untuk kesehatan tubuh kita. Malah di tempat tertentu tanaman ini dijadikan budidaya oleh penduduk setempat.

Pohon ceplukan diduga berasal dari daerah tropis Amerika dan tersebar ke berbagai kawasan di Amerika, Pasifik, Australia, dan Asia termasuk Indonesia.
Di Indonesia, ciplukan tumbuh secara alami di semak-semak dekat pemukiman hingga pinggiran hutan. Tumbuhan yang kaya manfaat sebagai obat-obatan (herbal) ini mampu hidup hingga ketinggian 1.600 meter diatas permukaan laut.

Secara definisi, tanaman ceplukan adalah tanaman herbal yang tingginya kurang dari 1 meter. Daun berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing.
Bunga berbentuk lonceng dengan mahkota berbentuk dengan lima sudut berwarna putih dimana bagian tengahnya berwarna ke kuning.  Buah berbentuk bulat, bijinya banyak dan kandungan airnya cukup tinggi. Rasa buah ceplukan cukup manis.  Tanaman ini banyak dicari dan ditemukan anak-anak pedesaan biasanya pada saat panen tiba atau pada musim penghujan.

Ciplukan temasuk ke dalam famili tumbuhan Solanaceae. Nama lain dari ceplukan antara lain adalah Morel berry (Inggris); Ciplukan (Indonesia); Ceplukan (Jawa);  Cecendet (Sunda); Yoryoran (Madura); Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa). Sifat tumbuhan ini analgetik (penghilang rasa sakit), peluruh air seni (diuretic), menetralkan racun, meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh dan anti tumor.  Tumbuhan ini mempunyai kandungan kimia berupa Chlorogenik acid, asam citrun, fisalin, flavonoid, saponin, polifenol. Buah mengandung asam malat, alkaloid, tannin, kriptoxantin, vitamin C dan gula. Biji mengandung elaidic acid.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: